Tulisan ini terinspirasi oleh kejadian yang dialami oleh teman saya
yang memarahi anaknya karena nilai ulangan hasil test banyak yang jelek
atau tidak memenuhi harapan orang tuanya.
Mengapa nilai ulangan si anak tidak sesuai harapan?
Mungkinkah si anak kurang atau malas belajar?
Sebenarnya
si Anak sudah rajin belajar namun mungkin metode belajarnya yang
kurang benar, hal ini bisa saja orang tua yang terlalu egois sehingga si
anak tidak konsentrasi dalam belajarnya.
Berikut dua contoh sederhana yang sering terjadi dan mempengaruhi proses belajar anak.
Dari sisi Anak
Waktu si anak belajar tidak bisa meninggalkan Gadget misalnya HP
selalu di pegang dalam posisi on, ya kalau cuma dipegang saja tidak
begitu mengapa, yang sering terjadi si anak belajarnya sambil SMSan bahkan sambil update setatus Facebook atau ngetwit, bagaimana mau konsentrasi belajarnya kalau tiap berapa menit sekali ada sms masuk atau notifikasi dari media sosial.
Dari sisi Orang Tua
Si anak belajarnya sudah benar (gadget sudah dimatikan), tapi orang tua yang tidak konsekuen sehingga proses belajar si anak terganggu, contohnya anak sedang belajar, eh bapaknya malah muter lagu dangdut koplo dengan suara yang cukup keras, atau genjrang-genjreng main gitar dengan suara yang fals, kalau begini mana bisa si anak konsentrasi dalam belajarnya.
Contoh lainnya, si anak disuruh belajar eh ibunya malah asyik nonton sinetron di TV, yang lebih miris lagi ruang tempat nonton TV dengan ruang belajar jadi satu.
Dulu
waktu saya masih kecil, setiap hari ada waktu khusus untuk saya belajar
dan tidak boleh diganggu oleh siapapun termasuk orang tua saya sendiri.
Jadi setiap sore menjelang malam dari jam 18.15 s/d jam 20.00 adalah
jatah untuk belajar.
Pernah terjadi kejadian yang sampai
sekarang jika ingat membuat saya tertawa sendiri, waktu itu sedang
ramai-ramainya (booming) kesenian jawa, salah satunya kesenian Ketoprak
(bukan ketoprak yang bisa dimakan), kesenian tersebut biasa didengarkan
oleh bapak saya lewat radio (TV masih barang mahal waktu itu), lha
acara tersebut biasanya disiarkan pada jam 17.30 s/d 18.00, eh ndilalah kok dalam beberapa hari itu acaranya diubah jadi jam 18.30 s/d 19.00,
sedangkan bapak saya sudah membuat aturan bahwa jam-jam tersebut adalah
waktu untuk belajar anak jadi beliau tidak bisa menikmati acara
kesenangannya,
Singkat cerita beliau punya ide untuk merekam
acara tersebut ke dalam kaset yang tentunya bisa di putar kapan-kapan,
jadi setiap acara tersebut diputar bapak saya membawa radio-tape ke
ruang dapur belakang untuk melakukan acara rekam-merekam dengan suara
yang kecil agar tidak terdengar dari ruang belajar.
Di salah satu
kaset hasil rekaman eh ada yang hasilnya membuat keluarga kami tertawa
(kecuali bapak saya) yaitu hasil rekamannya suara kucing kawin, jadi
yang terdengar suara ngeong-ngeong khas kucing kawin.
Pesan saya
untuk para orang tua, sediakan waktu khusu untuk belajar si anak, akan
lebih baik jika orang tua bisa mendampingi si anak belajar itu saja
(sekali-kali sok menasehati ah).
sumber:
http://www.kompasiana.com/imgos/belum-tentu-salah-si-anak-jika-nilai-ulangannya-jelek_55777108df22bd500906412b




0 komentar:
Posting Komentar